Minggu, 14 Juni 2009

Lemparan Bebas, 'Batu Kripton' Superman

Orlando - Tokoh fantasi Superman akan kehilangan kekuatannya saat berhadapan dengan batu kripton. Lemparan bebas menjadi 'batu kripton' itu bagi seorang Dwight 'Superman' Howard.

Di hadapan pendukungnya sendiri, orang-orang yang barangkali percaya bahwa Howard adalah Superman betulan, Jumat (12/6/2009) pagi WIB, Howard malah tampil melempem.

Howard gagal menyelamatkan Magic dari kekalahan atas Los Angeles Lakers di partai keempat final NBA. Melalui perpanjangan waktu, Magic harus bertekuk lutut dengan skor 91-99.

Meski tampil cukup baik dengan 21 rebound dan 16 poinnya, ada yang patut disesali oleh Howard. Itu adalah kegagalannya mengeksekusi sejumlah tembakan bebas yang diperolehnya.

Secara keseluruhan, dari 14 tembakan bebas yang didapat Howard, sang center hanya mampu melesakkan delapan di antaranya. Termasuk di dalamnya adalah dua free throw krusial pada saat kuarter keempat tersisa 11,1 detik.

"Saya memang meleset. Saya belakangan melatih tembakan bebas saya, tetapi tembakan-tembakan itu benar-benar tak mau masuk," keluh Howard sebagaimana diwartakan Reuters.

Tertinggal 1-3, nasib Magic berada di ujung tanduk. Game kelima yang masih dipanggungkan di Orlando, Senin (15/6) pagi WIB wajib mereka menangi untuk bisa memperpanjang nafas.

"Tak perlu terlalu menyesali diri. Saya pikir saya melakukan banyak hal bagus malam ini. Hanya kurang di tembakan bebas. Tidak cuma untuk saya, tetapi juga pada pemain lain," pungkas pemain berusia 23 tahun itu tentang Magic yang gagal memasukkan 15 dari 37 free throw yang didapat.

Van Gundy Sesali Putusan Sendiri

Orlando - Orlando Magic gagal memanfaatkan partai kandangnya untuk menyamakan kedudukan dengan Los Angeles Lakers di final NBA. Sebuah keputusan sangat disesali Stan van Gundy.

Berlaga di hadapan pendukungnya sendiri di Amway Arena, Jumat (12/6/2009) pagi WIB, Magic takluk 91-99. Alhasil, Lakers memimpin 3-1 dan hanya butuh satu kemenangan lagi untuk jadi juara NBA.

Salah satu kunci kekalahan Magic adalah tembakan tiga angka guard Lakers, Derek Fisher. Three pointer Fisher memaksa pertandingan di waktu reguler berakhir imbang 87-87 dan harus diteruskan di over time.

Van Gundy selaku arsitek Magic menyesali keputusannya untuk tidak melakukan foul kepada Fisher di detik-detik penghabisan. Padahal, bisa saja foul itu berarti krusial dan Magic bisa memetik kemenangan.

"Kami memberi dia terlalu banyak ruang untuk menembak. Kami bermain seperti sedang mencegah sebuah lay up," sesal Van Gundy sebagaimana dikutip Reuters.

"Kami bermain bagus, kami bisa mengisolasi (Kobe) Bryant dari bola. Namun kami tidak bisa mencegah Derek Fisher. Kami tidak bisa menjaganya," imbuh Van Gundy masygul.

Nasib Magic berada di ujung jurang. Belum pernah ada tim yang tertinggal 1-3 bisa membalikkan keadaan dan menang. Meski begitu, asa tetap ada karena game kelima masih akan digelar di Orlando, Senin (15/6) pagi WIB.

Jumat, 12 Juni 2009

Lakers - NBA Champion 2009 !!

Orlando - Melalui pertarungan ketat yang memaksa dilakukannya over time, Los Angeles Lakers akhirnya bisa mengatasi Orlando Magic. Lakers tinggal selangkah lagi jadi juara NBA.

Pertandingan keempat dari tujuh seri yang digelar di Amway Arena, Orlando, Jumat (12/6/2009) pagi WIB ini, Magic yang sedang tertinggal 1-2 sempat membuka asa untuk menyamakan skor dengan merebut kuarter pertama, 24-20.

Keunggulan ini kian menjadi-jadi di kuarter kedua. Dwight Howard dkk sukses memperlebar keunggulannya jadi 49-37 dan terlihat seperti akan mampu memaksa skor pertandingan jadi sama kuat 2-2.

Namun Lakers tak mudah menyerah begitu saja. Kuarter ketiga menjadi titik balik kebangkitan tim asuhan Phil Jackson itu. Dengan skor 30-14, Lakers membalikkan keadaan menjadi 67-63.

Di kuarter keempat, Magic kembali melaju. Saat kuarter pamungkas ini tersisa kurang dari satu menit, Magic tengah memimpin 87-82. Tetapi Lakers sukses mengejar. Sebuah tembakan tiga angka Derek Fisher saat laga terisa 4,6 detik menjadikan pertandingan berakhir 87-87.

Tambahan waktu pun tak terhindarkan. Di masa over time ini, kejar mengejar skor masih terjadi. Di penghujung laga, saat skor imbang 91-91, justru Lakers yang mampu keluar dari tekanan.

Sebuah tembakan tiga angka dari Fisher membuat Lakers memimpin 94-91. Meski Magic terus berusaha mengejar, Lakers justru sukses menambah angka dan menutup pertandingan ini dengan kemenangan 99-91.

Kemenangan ini mengantar Lakers unggul 3-1 dalam partai final yang dimainkan dengan sistem best of seven. Kobe Bryant dkk tinggal butuh satu kemenangan lagi untuk jadi juara.

Pada pertandingan ini, Bryant menjadi top skorer Lakers dengan 31 poin, tujuh rebound dan delapan assist. Pau Gasol mampu menutupi kurang apiknya peran Andrew Bynum dan menyumbangkan 10 rebound di luar 16 poinnya.

Di kubu Magic, Hedo Turkoglu menjadi bintangnya. Forward berkebangsaan Turki itu melesakkan 25 angka dan merebut lima rebound. Howard juga tampil luar biasa di bawah ring dengan 21 rebound. Tetapi dengan 'cuma' mencetak 16 poin, Howard gagal menolong Magic.

Pertandingan kelima final NBA ini masih akan dilangsungkan di Orlando, Senin (15/6) pagi WIB